Investing.com - Investor telah memangkas spekulasi kebangkitan kembali dolar Amerika Serikat karena mereka memposisikan kemungkinan Federal Reserve AS akan mengambil langkah-langkah untuk meratakan kurva imbal hasil obligasi.
Menjelang pertemuan kebijakan dua hari The Fed yang berakhir pada hari Rabu setempat atau Kamis dini hari WIB, spekulasi berkembang bahwa bank sentral AS dapat mengadopsi target imbal hasil obligasi, atau beberapa langkah lain untuk mengaitkannya dengan imbal hasil obligasi jangka panjang sebagaimana dilansir laporan Reuters Selasa (09/06) petang.
Kurva imbal hasil telah meningkat dalam beberapa hari terakhir didorong membaiknya data ekonomi AS sehingga memicu aksi jual obligasi AS, dengan imbal hasil 10 tahun AS naik 28 basis poin menjadi 0,959% minggu lalu.
Mayoritas investor global berharap The Fed tidak akan mencoba mengaitkan kebijakan dengan imbal hasil obligasi. Bagaimanapun di Jepang, negara ekonomi utama pertama yang mengadopsi kontrol kurva imbal hasil empat tahun lalu, beredar kabar tentang kemungkinan hal itu.
Trader mengatakan investor Jepang telah menjadi penjual dolar besar terhadap yen minggu ini, dengan memposisikan kemungkinan imbal hasil obligasi rendah di AS.
Pada pukul 15.55 WIB, melemah 0,43% ke 107,96 menurut data Investing.com. Untuk pekan lalu, pasangan ini masih menguat 1,67%.
Sementara rupiah masih turun tipis 0,04% di 13.890,0 terhadap dolar AS sampai pukul 14.56 WIB.
Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Jual Dolar AS, Trader Jepang Siap dengan Keputusan The Fed Terkait Obligasi"
Post a Comment