Investing.com - Amerika Serikat masih bergerak di zona merah pada Kamis (09/07) petang. Tren pelemahan ini terjadi karena kenaikan aset-aset berisiko seperti ekuitas global memberi tekanan permintaan safe haven untuk mata uang AS.
Indeks dolar AS melemah 0,15% ke 96,222 menurut data Investing.com pukul 13.50 WIB. turun 0,21% di 6,9891 seiring penguatan bursa Cina dipicu meningkatnya tanda-tanda pemulihan di negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu.
Pukul 13.53 WIB, menguat 1,28% di 3.446,95 dan melonjak 2,14% ke 13.692,88 sampai pukul 13.24 WIB. Adapun indeks CSI300 di Cina juga naik 1,33% di 4.837,69.
Diwartakan Reuters Kamis (09/07) petang, kekhawatiran dari penyebaran covid-19 dapat membuat beberapa pasangan mata uang bergerak terbatas. Tetapi pelemahan dolar AS perlahan bisa bertambah karena sentimen mendukung spekulasi atas aset berisiko dengan pertimbangan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
naik 0,30% ke 1,2647 dan menguat 0,26% di 1,1359 pukul 13.58 WIB.
Penguatan euro ini terjadi sebelum pengumuman nilai ekspor hari ini. Ekonom mengharapkan pengiriman barang keluar negeri dari negara ekonomi terbesar kawasan euro ini akan melonjak pada bulan Mei dari penurunan besar di bulan sebelumnya.
Dari dalam negeri, rupiah terus turun 0,10% di 14.425,0 per dolar AS hingga pukul 13.59 WIB.
Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Dolar AS Lanjut Melemah, Yuan Naik Dipicu Penguatan Bursa Domestik"
Post a Comment