Investing.com - Pergerakan rupiah Jumat (17/07) pagi ini kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Tren negatif mata uang Indonesia ini disinyalir akibat tekanan aset berisiko dan ketegangan hubungan AS-Cina, begitu juga dengan euro diprediksi akan melemah.
melemah 0,72% di 14.730,0 per dolar AS pukul 11.06 WIB menurut data Investing.com. Sedangkan mengutip Indonesia (BI) sebagaimana dilansir Suara.com Jumat (17/07) kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor nilai tukar rupiah terpantau melemah 148 poin ke level Rp 14.780 per Dolar AS dari posisi sebelumnya di level Rp 14.632 pada perdagangan kemarin.
Analis pun mengatakan melemahnya nilai tukar rupiah pada perdagangan akhir pekan ini karena adanya tekanan pada aset-aset berisiko seperti indeks saham Asia dan sebagian nilai tukar regional yang masih melemah terhadap dolar AS.
Selain itu, kekhawatiran pelaku pasar atas ketegangan hubungan antara AS dan Cina yang belum menunjukkan titik terang.
Sebelumnya, data-data ekonomi yang dirilis baru-baru ini seperti data PDB Cina kuartal II 2020 dan data penjualan ritel AS Juni 2020, mengindikasikan ekonomi mulai bertumbuh.
Sementara itu menurut analisa ActionForex Jumat (17/07) pagi, euro diprediksi melemah terhadap dolar AS ke level 1,1352 atau bahkan lebih rendah. EURJPY juga diperkirakan turun ke level 121.5 sebelum kembali menguat dan jika mampu bertahan di batas level 121,40, maka proyeksi menjadi bullish.
Saat ini, naik tipis 0,03% di 1,1386 menurut data Investing.com sampai pukul 11.49 WIB dan turun 0,06% ke 122,02.
Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Rupiah Bergerak Melemah Jumat Pagi, Euro Berpotensi Turun"
Post a Comment