Investing.com - Dolar Amerika Serikat bergerak melemah pada Kamis (01/10) pagi pasca rilis data ekonomi sektor pekerjaan dan manufaktur di AS dan harapan baru stimulus fiskal AS mendorong keyakinan investor terhadap potensi pemulihan ekonomi sehingga beralih ke mata uang berisiko.
Diwartakan Reuters Kamis (01/10) pagi, Menteri AS Steven Mnuchin mengatakan kepada awak media sebagaimana yang dilaporkan Reuters Kamis (01/10) pagi bahwa perundingan dengan Ketua DPR AS Nancy Pelosi soal RUU dana bantuan covid-19 "menghasilkan banyak kemajuan".
Seiring dengan itu data tenaga kerja dan sektor manufaktur AS yang positif juga memberi tekanan bagi dolar AS karena investor berpaling ke aset berisiko.
Indeks dolar AS turun 0,15% di 93,787 menurut data Investing.com pukul 09.12 WIB. menguat 0,15% di 93,787 dan naik 0,17% ke 1,2938. naik tipis 0,06% ke 105,52.
pun bergerak menguat tipis 0,03% di 14.835,0 per dolar AS sampai pukul 09.09 WIB.
Mnuchin kemudian mengatakan kepada Fox Business News bahwa ia tidak akan menerima paket bantuan yang diusulkan dari Partai Demokrat sebesar $2,2 triliun, tetapi mendekati angka $1,5 triliun. Ia juga menambahkan bahwa kesepakatan telah dicapai soal pembayaran langsung tunai kepada warga Amerika Serikat.
Pada saat yang sama, data pekerjaan menunjukkan pengusaha swasta AS meningkatkan perekrutan karyawan lebih besar dari perkiraan bulan lalu dan bahwa sektor manufaktur tumbuh lebih cepat dari estimasi.
Data Cina pada hari Rabu juga mulai menunjukkan pemulihan ekonomi terbesar kedua di dunia itu.
Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Dolar AS Melemah Dipicu Harapan Stimulus Pasca Rilis Data Ekonomi"
Post a Comment