Oleh Peter Nurse
Investing.com - Amerika Serikat stabil pada Kamis (08/07) petang setelah notulen dari rapat terbaru Federal Reserve menunjukkan bank sentral paling berpengaruh di dunia tersebut bergerak menuju pengetatan kebijakan moneter.
Pada pukul 14.43 WIB, indeks dolar AS stagnan di level 92,642 menurut data Investing.com.
makin turun 0,63% di 109,95, masih naik 0,14% di 1,1805, juga melemah 0,16% ke 1,3778, sedangkan kian turun 0,67% di 0,7431.
Di Indonesia, rupiah kian melemah 0,33% di 14.527,5 per dolar AS sampai pukul 14.49 WIB.
Trader telah menunggu rilis dari pertemuan Fed bulan Juni. sentral tersebut mengisyaratkan dua kenaikan suku bunga pada tahun 2023 dan memberi sinyal kemungkinan yang lebih besar dari kenaikan suku bunga pertama pada awal 2022.
Saat risalah menunjukkan para pembuat kebijakan umumnya setuju bahwa kondisi untuk mulai mengurangi pembelian obligasi bulanan belum tercapai, beberapa kelompok mengindikasikan bahwa mereka dapat "dipenuhi agak lebih awal daripada yang mereka antisipasi pada pertemuan sebelumnya sejalan dengan data yang masuk."
"Para pengambil kebijakan AS semakin nyaman dengan gagasan untuk mengurangi pembelian aset, dan pengumuman dapat dilakukan secepatnya di kuartal keempat tahun 2021,” ujar Kathy Lien, analis di BK Asset Management.
Data ekonomi AS umumnya menunjukkan pemulihan ekonomi yang kuat, dan fokus hari Kamis adalah pada data pengangguran mingguan, yang akan dirilis pada pukul 08:30 AM ET (1230 GMT).
Jumlah warga Amerika yang mengajukan untuk tunjangan pengangguran minggu lalu terlihat turun 14.000 menjadi 350.000, ke level terendah baru di era pandemi. Selain itu, oleh individu yang memenuhi syarat untuk asuransi pengangguran terlihat turun 134.000 menjadi 3,335 juta.
Sementara, European Central Bank (ECB) akan mengumumkan hasil tinjauan strategi 18 bulan pada pukul 11.00 GMT. Bank sentral ini iperkirakan akan menaikkan sasaran inflasi menjadi 2%, dari "di bawah, tetapi mendekati 2%”, serta menggambarkan target sebagai hal yang sesuai.
Juga, masih naik 0,18% di 6,4835 pukul 14.50 WIB, naik ke level tertinggi hampir satu minggu setelah Dewan Negara , kabinet negara itu, mengatakan pihak berwenang akan menggunakan pemotongan tepat waktu dalam rasio persyaratan cadangan bank untuk mendukung perekonomian. Ini telah dianggap oleh pasar sebagai sinyal pelonggaran yang kuat.
Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Dolar Amerika Serikat Stabil, Notulen Fed Indikasi Menuju Tapering"
Post a Comment